Tingkatkan Kompetensi Digital, 27 Guru SMP di Kabupaten Bekasi Ikuti Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artificial
CIKARANG TIMUR – Dalam
rangka menyongsong era pendidikan digital dan mempersiapkan generasi yang melek
teknologi, sebanyak 27 guru dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri
dan swasta di Kabupaten Bekasi mengikuti pelatihan intensif mengenai Koding dan
Kecerdasan Artifisial (AI). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari
tanggal 4 hingga 8 Agustus 2025, ini dipusatkan di SMPN 1 Cikarang Timur Kab.Bekasi.
Pelatihan ini bertujuan untuk
membekali para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang
teknologi yang kini menjadi tulang punggung inovasi di berbagai sektor. Dengan
pemahaman mengenai logika pemrograman (koding) dan konsep dasar AI, para guru
diharapkan dapat mengintegrasikan wawasan teknologi baru ke dalam metode
pengajaran mereka serta membimbing siswa untuk berpikir lebih kritis dan
sistematis.
Kegiatan ini difasilitasi oleh
para instruktur ahli dari lembaga pelatihan Rausan Fikri, yang telah merancang
kurikulum secara komprehensif. Selama pelatihan, para peserta secara aktif
mempelajari materi yang terbagi ke dalam lima modul. Pembahasan dimulai dari
pengenalan fundamental koding, algoritma, hingga pengenalan konsep-konsep dasar
Kecerdasan Artifisial dan potensi penerapannya di dunia pendidikan.
Suasana pelatihan berjalan
dinamis dan interaktif. Para guru tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga
terlibat langsung dalam sesi praktik, diskusi kelompok, dan studi kasus yang
relevan dengan lingkungan sekolah. Antusiasme para peserta terlihat jelas dari
semangat mereka dalam menyelesaikan setiap modul.
Salah satu peserta, Ibu Aam
Aminah, seorang guru dari SMPN 1 Cikarang Timur, memberikan testimoninya
mengenai pengalaman yang ia dapatkan.
"Pelatihan ini benar-benar
membuka wawasan saya," ungkap Aam Aminah. "Awalnya saya menganggap
koding dan AI itu adalah hal yang sangat rumit dan hanya untuk para ahli IT.
Namun, setelah mengikuti bimbingan dari fasilitator Rausan Fikri, saya jadi
paham konsep dasarnya dan melihat betapa besar manfaatnya jika kita bisa
perkenalkan kepada siswa sejak dini. Ini bukan hanya tentang menjadi
programmer, tetapi tentang melatih logika berpikir. Saya merasa lebih percaya
diri untuk membawa semangat teknologi ini ke dalam kelas."
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para guru peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Mereka didorong untuk menyebarkan pengetahuan yang didapat kepada rekan sejawat dan, yang terpenting, menginspirasi para siswa untuk lebih tertarik pada dunia sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Inisiatif ini menjadi langkah strategis bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.
